Hati-Hati, Gatal Gejala Awal Mikosis Fungoides!

Mikosis Fungoides merupakan jenis limfoma non-Hodgkin yang jarang terjadi, berasal dari sel limfosit T yang matang dan menyerang kulit, memiliki sifat menetap, perkembangannya lambat, dapat menyebar ke kelenjar getah bening dan organ dalam.

Gejala

Mikosis Fungoides perkembangannya lambat dan awalnya sangat ringan sehingga tidak terlalu kentara bila terjadi kelainan. Setelah itu muncul gejala seperti:

  • Ruam kulit gatal yang menetap
  • Terkadang terjadi penebalan kulit yang kecil dan gatal
  • Kemudian berkembang menjadi benjolan dan menyebar secara perlahan

Pada beberapa penderita, mikosis fungoides dapat berkembang menjadi leukemia, yakni ditemukannya limfosit abnormal dalam aliran darah. Kemudian kulit terasa makin gatal, kemerahan, kering, dan mengelupas.

Diagnosa

Untuk mendiagnosis mikosis fungoides pada stadium awal agak sulit, meski sudah dilakukan biopsi. Namun, pada stadium lanjut, biopsi dapat menunjukkan adanya sel limfoma dalam kulit.

Kebanyakan penderita sudah berusia 50 tahun saat penyakitnya terdiagnosis. Bahkan tanpa adanya pengobatan, harapan hidup penderita mencapai 7-10 tahun.

Pengobatan

Penebalan pada kulit diobati dengan suatu bentuk penyinaran yang disebut sinar beta atau dengan sinar matahari dan obat steroid yang menyerupai kortison. Nitrogen mustard dapat dioleskan langsung ke kulit untuk mengurangi gatal dan ukuran daerah yang terkena. Untuk mengurangi gejala juga bisa menggunakan obat interferon. Bila penyakit sudah menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain maka diperlukan kemoterapi.

Penyebab dan Cara Mencegah Gigi Keropos

Gigi rapuh dan keropos berkaitan dengan karies gigi. Karies gigi terjadi akibat adanya ketidsakseimbangan proses pelepasan mineral (deminerlisasi) dari gigi dengan pengembalian mineral dalam gigi. Adanya hubungan sebab-akibat terjadinya karies, diidentifikasi sebagai faktor risiko karies. Beberapa faktor yang dianggap sebagai faktor karies yaitu:

1. Pengalaman karies yang kemungkinan besar mengembangkan karies di masa depan.

2. Kandungan fluor dalam makanan dan minuman yang berlebihan dapat mengakibatkan fluorosis (gigi dengan bercak putih).
3. Kondisi mulut yang kotor seperti plak yang tidak dibersihkan atau sisa-sisa makanan yang masih tertinggal di sela-sela gigi dapat memicu terjadinya karies.

4. Kolonisasi bakteri di dalam mulut disebabkan transmisi antar manusia, yang paling banyak dari ibu atau ayah.
5. Air liur berfungsi sebagai penetral asam dan membersihkan sisa-sisa makanan dalam mulut. Bila air liurnya berkurang maka karier bisa meningkat tajam.
6. Setiap kali seseorang mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat, maka beberapa bakteri penyebab karies di rongga mulut akan mulai memproduksi asam sehingga terjadi pelepasan mineral dari gigi yang berlangsung selama 20-30 menit setelah makan.

Oleh karena itu, untuk mengatasi atau mencegah terjadinya gigi rapuh dan keropos anda bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

1.    Sikat gigi teratur
Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride saatpagi dan malam hari sebelum tidur. Untuk pembersih tambahan bisa digunakan dental floss (benang gigi). Sikat gigi sebelum tidur dapat mengurangi risiko gigi keropos.

2.    Pemberian fluoride
Fluoride dalam pasta gigi terkadang tidak mencukupi kebutuhan fluoride bagi rongga mulut. Karena itu, perlu asupan tambahan fluoride yang bisa diperoleh dari gel, obat kumur, larutan, dan varnish. Anda bisa mengkonsultasikan hal ini pada dokter gigi.

3.    Modifikasi pola makan
Pengaturan frekuensi makan, dapat mempengaruhi proses terjadinya karies. Makanan yang mengandung karbohidrat (misalnya keripik kentang, camilan manis) dan asam (misalnya minuman berenergi dan jus buah) memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat bersih dari mulut, sehingga selama waktu tersebut pecahan karbohidrat dapat dihidrolisis menjadi gula sederhana, yang akan memberikan sumber makanan bagi  bakteri asidogenik di dalam mulut.

4.    Melakukan penambalan pada gigi yang sudah berlubang
Bahan tambal yang dipakai untuk menambal gigi berlubang bisa berbeda-beda untuk setiap kasus. Sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

SEMANGAT BARU

SEMANGAT BARU
Libur t’lah tiba….
Libur t’lah tiba….
Hore hore hore….
Lagu itu telah kerap sekali kita dengarkan, terlebih waktu kita memperoleh peluang berlibur. Berlibur yang umumnya di nikmati itu yaitu berlibur sekolah yang cukup panjang serta berlibur hari kebesaran yakni Idul Fitri. Umumnya dalam berlibur itu, kita bisa memanjakan diri kita dari beragam aktivitas yang umumnya kita kerjakan. Barangkali kita bisa bertamasya dengan keluarga, hang out dengan rekan, juga bersantai-santai serta bermalas-malasan dirumah.
Bicara perihal berlibur, kita dapat juga nikmati berlibur dengan beragam kegiatan positif yang malah tak bikin kita bermalas-malasan. Dalam satu pekerjaan, kita memerlukan satu dorongan supaya apa yang kita kerjakan itu bisa menghasilkan hasil baik serta optimal. Saat ini kita bakal mengulas perihal “SEMANGAT BARU”. Satu dorongan yang umum kita peroleh saat lakukan beberapa hal baru.
Apakah itu semangat? Semangat yaitu situasi hati yang tengah menggelora untuk lakukan beragam hal yang ada. Semangat itu tak senantiasa kita rasakan tiap-tiap hari. Semangat bakal kita peroleh saat ada suatu hal sebagai motivasinya. Umpamanya saat seorang yang mau membelikan hadiah untuk seorang yang dia sayangi. Seorang itu juga bakal berupaya sekeras barangkali supaya dia bisa menghadiahkan itu. Automatis, orang itu memiliki dorongan atau motivasi yang bikin dia giat memngumpulkan duit untuk membelikan hadiah itu. Hal semacam itu bisa dijelaskan untuk ‘Motivasi Semangat’. Bisa diambil kesimpulan bahwasanya ‘semangat’ timbul karna ada motivasi. Motivasi yaitu gagasan yang di ciptakan untuk jadi dorongan hidup yang meningkatkan untuk jadi yang tambah baik. Semangat ada karna ada motivasi. Misal, seseorang gadis yang ditinggalkan Ayahnya. Gadis itu terpuruk karna terasa dianya telah tak mempunyai orangtua lagi. Saat gadis itu merenung, gadis itu mengingat pesan ayahnya untuk terus berjuang untuk hidup. Untuk membahagiakan ayahnya serta menggerakkan saran ayahnya, gadis itu tak akan terpuruk, tetapi bergairah untuk menggerakkan hidup. Itu yaitu Semangat.
Apakah itu baru? Baru yaitu suatu hal yang tetap pertama sekali ada atau belum sempat ada serta saat ini jadi ada. Kata ‘baru’ umumnya sama dengan suatu hal yang baru pertama sekali dipandang. Umpamanya, kita lihat satu barang yang tetap mulus, tetap bersih tiada cacat sedikitpun, pasti yang ada dalam benak kita ‘ini yaitu benda yang tetap baru’. Bicara perihal ‘baru’ yaitu satu yang belum ada cacat cela atau terkontaminasi hal-hal lain apabila dipadukan, SEMANGAT BARU yaitu situasi hati yang baru tiada satu beban apa pun. Banyak hal yang umumnya bakal bikin Semangat Baru kita timbul :
i. Selesainya persoalan yang berlangsung. Umumnya lantaran ada persoalan yang menumpuk, kita tak sempat semangat lakukan suatu hal atau merampungkan persoalan itu. Pertanyaan untuk kita, bagaimana kita bias merampungkan persoalan itu tidak ada kemauan serta semangat? Kerjakan persoalan yang ada saat ini, serta dengan sendirinya beban yang kita pikul menyusut. Jika beban menyusut maka untuk lakukan sesuatupun pasti semangat. Intinya ‘jangan khawatir’.
ii. Menghibur diri. Dengan lakukan kegiatan-kegiatan yang kita gemari atau sukai, kita bisa beroleh semangat yang baru. Istilahnya sih, kita memanjakan diri kita dengan enjoy serta membebaskan otak kita yang kadang-kadang mumet karna pekerjaan atau pelajaran. Kita lakukan hal yang kita sukai untuk menentramkan jiwa kita supaya disaat kita mulai bekerja lagi, kita telah memperoleh semangat baru dengan pikiran yang enjoy.
iii. Mencari motivasi. Untuk hal yang satu ini, kita benar-benar butuh memperolehnya. Untuk semangat yang baru, kita mesti mempunyai satu dorongan yang cocok supaya kita tak 1/2 hati dalam lakukan suatu hal.
Semangat Baru normalnya tak kita rasakan cuma disaat sesudah lakukan berlibur saja, namun seyiap hari. Semangat Baru tiap-tiap hari bisa menolong kita untuk lebih gampang melakukan kehidupan tiap-tiap hari. Kita bisa lebih leluasa melalui kegiatan kita, tiada pikirkan beban atau persoalan yang kemarin-kemarin untuk beban masa datang. Persoalan tempo hari untuk tempo hari, saat ini untuk saat ini, serta besok untuk besok. Tempo hari jadi pelajaran untuk hari ini, serta hari ini jadi pelajaran untuk besok.

Buat Asisten Rumah Tangga Mumpuni

Asisten rumah tangga mumpuni? Siapa yg tidak akan. Sayang, jumlahnya satu diantara seribu. Janganlah pesimistis, kita sendiri dapat ” membuat ” nya.

Mini, bukan hanya nama sesungguhnya, mengaku dalam 10 th. telah bertukar asisten rumah tangga (ART) 30 kali! Langkah memperolehnya juga bermacam, dimulai dari melacak ke kampung halaman, menghendaki carikan pada asisten pada mulanya, pesan melewati rekan serta tetangga, sampai ke yayasan. Tetapi hingga saat ini belum ada ART yg betul-betul sama harapannya.

Memperolehnya memanglah tidak gampang. Belum lagi bila kita terhitung jenis perfeksionis, ada saja hasil pekerjaan ART yg tidak memuaskan. Bikin kesal hati, muka cemberut, serta menyulut emosi. Sebaliknya, apabila diperlakukan dengan benar-benar baik, pembantu jadi sering berlaku seenaknya. Contohnya menggunakan telephone rumah tiada ijin. Atau yg paling kerap kita jumpai, tidak dapat jauh dari handpone-nya. Memasak sembari menelepon, menyuapi anak sembari SMS-an juga membersihkan pakaian juga sembari mendengar MP3 gunakan earphone. Maka tidak heran, banyak ibu rumah tangga (IRT) mengeluh, ‘Pembantu bila dibaikin menyukai ngelunjak. ‘

Lalu apa yang perlu dikerjakan? Terlampau keras salah, terlampau baik makan hati. Apa iya mesti berganti-ganti pembantu terus? Berat di biaya serta yg pasti jadi lelah pikiran.

Luruskan Kemauan, Atur Strategi

Menurut Tika Bisono, M. Psi, mengatur rumah tangga tidak lain dengan manajemen kantor. IRT sbg manajer serta pembantumenjadi asisten. Pekerjaan utama asisten yaitu membantu manajer merampungkan pekerjaan-tugasnya. ” Bila asisten baik, semakin banyak pekerjaan manajer yg dapat di ambil alih dengan cara benar tiada terlampau banyak instruksi, ” makin Tika.

Sbg manajer, IRT pasti mesti mempunyai langkah pandang SDM berkembang. Tujuannya, tiap-tiap orang pasti mempunyai kesempatan untuk jadi tambah baik bila mereka di beri area serta fasilitas yg pas, terhitung ART.

Jadi untuk beberapa IRT, Tika menghimpitkan, dari awal saat melacak asisten mesti ada kemauan baik untuk mengembangkan mereka. Bukan hanya pingin memperbudak dengan kata lain berikan pekerjaan banyak dengan gaji yg minim.

Lalu bagaimana supaya harapan tidak bertepuk sebelah tangan? Kemauan baik itu tidak cukup cuma bersumber dari IRT. Beberapa asisten juga diinginkan mempunyai kemauan yg sama. Tentang hal semacam ini Tika berikan anjuran supaya IRT menyempatkan saat untuk bicara dengan asistennya. ” Saya kerap katakan, bila kalian ikuti rutinitas yg baik dimana juga kalian ada, meyakini, deh, hidup kalian bakal baik juga. Sebaliknya, bila kalian meremehkan rutinitas baik, ya telah, hidup kalian bakal begitu-begitu saja, tak ada peningkatan, ” tutur Tika.

Karenanya, IRT mesti tahu keadaan psikologis pembantunya. Contohnya, pembantu baru umumnya pendiam, tdk berani ajukan pertanyaan, kurang yakin diri. Nah, IRT yang perlu lebih aktif mengajaknya bicara.

ART Mumpuni, IRT Senang

Apa, sih, faedahnya mempunyai ART mumpuni? “Banyak sekali, ” tegas Tika. Pertama, pekerjaan dirumah beres sama dengan standard kita. Ke-2, kita tenang saat meninggalkan rumah lantaran bekerja atau kegiatan lain, lantaran anak dijaga oleh orang yg kita yakin. Ketiga, bila lantaran satu hal kita perlu pertolongan, kita dapat memercayakan ART.

“Nah, nikmatnya bila ART telah makin pandai, kita instruksi melalui telpon atau SMS dia ngerti. Kita suruh dia kontak si A, B atau C dia memahami. Tata langkah sopan santun bicara di telephone atau menjumpai tamu, dia paham. Namun syaratnya, ya, mesti kita ajari dahulu, ” urai Tika.

Maka dari itu, makin Tika, saat sebelum terima seseorang sbg ART, butuh ada wawancara dahulu. Tanyakan perihal asal daerahnya, pekerjaan pada mulanya, harapannya, pekerjaan yg dia kuasai. Info ini jadi bekal untuk IRT untuk bikin program pengembangan ART.

Lalu apa saja pendidikan yg butuh diberikan pada ART? Dengan cara umum dapat dibagi dalam kelompok internal serta eksternal. Internal, berbentuk penanaman nilai-nilai, seperti akhlak serta beribadah. Apabila ART Muslim, sekurang-kurangnya dia menggerakkan shalat lima saat, teratur membaca Al-Qur’an, mencermati adab kenakan pakaian, serta langkah bertutur kata.

Apabila nyatanya asisten tetap jauh dari harapan, maka IRT butuh bikin program untuk menambah kekuatan mereka. Contoh, dengan mengikutkannya pada pengajian, memberinya buku atau majalah Islami, juga dimasukkan pelatihan membaca Al-Qur’an bila memanglah IRT tidak mempunyai cukup saat untuk mengajarkan sendiri.

Namun program eksternal terkait dengan keterampilan lakukan pekerjaan rumah tangga. Perumpamaannya, sampaikan asisten bagaimana bersihkan serta memotong sayuran tiada menyingkirkan nilai gizi, bersihkan rumah, memakai peralatan elektronik dirumah, dan sebagainya. Kebiasaan-kebiasaan yg sampai kini telah kita bangun di keluarga juga mesti kita berikan pada ART.

Demikianlah juga bila pembantu bertugas mengasuh anak kita. Mesti kita berikan pengasuhan seperti apa yg kita kehendaki. Bila kita pingin anak di ajarkan mandiri, berikan pada asisten sambil minta dia untuk lakukan hal yg sama juga dengan kita : membimbing anak menggunakan pakaian sendiri, makan sendiri, dsb. Terhitung, prinsip-prinsip yg sampai kini kita tanamkan ke anak, seperti tidak bisa ada bentakan serta hukuman fisik, memperbanyak memeluk anak, atau berikan pujian.

Memanglah tidak gampang mendidik ART sampai dia mempunyai akhlak serta keterampilan yg kita inginkan. Tetapi bukan hanya artinya itu tidak mungkin. Tika mengingatkan, dalam prosesnya pasti bakal ada kesalahan-kesalahan namun kita mesti memegang prinsip evaluasi pada orang dewasa atau andragogi. Bahwasanya pada prinsipnya asisten kita telah mempunyai suatu hal tak tahu pengalaman di area dia kerja pada mulanya atau rutinitas yg dia bawa dari kampung. Nah, yg kita kerjakan yaitu memberi pengarahan serta pembiasaan yg baru sampai kita dapat menimbulkan tingkah laku serta skill baru sama yg kita kehendaki.

Juga untuk ART yg mungkin, kita dapat menawarkan ke dia untuk mengembangkan diri. Contoh dengan pelatihan memasak, menjahit atau computer. Siapa tahu itu jadi jalur dia untuk semakin maju.

Menurut Tika, kesuksesan membentuk ART mumpuni itu tidak luput dari peran komunikasi. “Ketika kita dapat menjalin komunikasi yg baik dengannya, dia jadi akan (tdk malu) ajukan pertanyaan, menuturkan, terhitung keinginannya untuk belajar, ” tuturnya.

ART, Cermin Keluarga

Janganlah anggap remeh ART, terlebih akhlak serta perilakunya. Lantaran sehari-hari dia berbarengan kita, benar-benar barangkali dia tahu rahasia juga aib keluarga. Asisten yg amanah tak lagi membawa rahasia keluarga keluar rumah. Sebaliknya, bila asisten tidak dapat diakui, dia bakal mengumbar aib keluarga ke orang lain. Oleh karenanya, mendidik ART supaya jadi pribadi yg jujur serta amanah tidak cuma berguna namun juga jadi cermin keluarga.

Panduan Menentukan ART

Berdoa supaya memperoleh ART ideal. Janganlah memikirkan doa itu tidak bertindak banyak. Malah doa adalah senjata utama orang beriman. Dengan kepercayaan yg kuat bakal pertolongan Allah, insya Allah kita bakal dihindarkan dari ART yg tidak baik.
Melacak penghubung yg baik. Apakah itu melewati ART pada mulanya, tetangga, saudara juga yayasan, yakinkan mereka dapat diakui. Umumnya bila penghubungnya orang baik, demikianlah juga orang yg dia referensikan.
Lakukan wawancara (interview) pada calon ART. Gali lebih jauh perihal latar belakang, pengalaman, keunggulan serta kekurangannya. Langkah ini dapat meminimalkan harapan yg terlampau tinggi pada ART baru.


Terhindar dari Konflik ART – IRT

Buat kontrak kerja. Berisi mengatur hak serta keharusan ART serta IRT. Terhitung, berapakah gajinya, ada tidaknya tunjangan/bonus, hari libur serta jam kerja. Terhitung perjanjian bagaimana bila ART pingin berhenti kerja dengan cara tiba-tiba.
Bikin aturan serta membicarakannya dengan ART. Contohnya bisa tdk si ART menggunakan telephone rumah. Kapan dia bisa melihat televisi. Bagaimana aturan terima tamu, dan sebagainya.
Jauhi merampungkan persoalan dengan emosi. Bila ART melanggar aturan atau kontrak kerja, bicarakan baik-baik serta mencari win-win solution.

Tiga Juta Anak Istimewa di Tengah Kita

Beberapa orangtua berasumsi anaknya yg terlahir dengan keperluan spesial atau penyandang disabilitas tidak mempunyai hari esok. Walau sebenarnya mereka mempunyai potensi seperti yang lain, yg bila di beri pendidikan sama kebutuhannya bakal menimbulkan kelebihan sendiri.

LEMAHNYA PERHATIAN

PBB mengambil keputusan 21 Maret sbg Hari Down Syndrome Sedunia ; 2 April, Hari Autis Sedunia ; serta 3 Desember sbg Hari Anak Cacat Sedunia. Menurut Undang-Undang Sistem Pendidkan Nasional, yg disebut anak berkebutuhan spesial (ABK) yaitu mereka yg alami kelainan genetis, rusaknya otak, mental, sampai anak-anak jalanan serta korban HI. Mereka memerlukan penanganan serta service spesial sama kebutuhannya untuk sistem evaluasi serta pemenuhan hak hidupnya.

Namun dari pemahaman Special Needs Children, ada pelabelan ABK dimulai dari autis, down syndrome, cerebal palsy, serta beragam ketunaan, seperti tunanetra, tunarungu, tunadaksa, dsb.

Walau butuh penanganan spesial, ABK jadi jadi warga kelas dua. Beberapa orangtua mesti keluarkan cost serta tenaga ekstra untuk menanggung kehidupan ekonomi untuk saat tua ABK lantaran sarana pemerintah serta kepedulian penduduk benar-benar minim.

Hal semacam ini diakui Wanda Hamidah, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, yg kerap kecewa bakal ketidakseriusan pemerintah berikan perhatian komprehensif untuk ABK. “Pemerintah abai dalam pemenuhan hak hidup ABK, ditambah penduduk kita tetap mempunyai pandangan negatif atas kehadiran anak berkebutuhan spesial ini, baik di internal keluarga, penduduk, ataupun institusi pendidikan serta kesehatan, ” ungkap ibu yg memiliki ABK berprestasi ini.

Walau sebenarnya jumlah ABK di Indonesia cukup fantastis, yakni tiga juta anak menurut data Departemen Pendidikan Nasional. Data Yayasan Autisme Indonesia mengungkap 500. 000-an anak-anak autis ada di semua Indonesia dari beragam strata ekonomi serta sosial. Sayang, yg baru tertampung di pendidikan resmi cuma lebih kurang 30%-nya.

Asep Supena, praktisi sekolah inklusi (sekolah yg seluruh anak dari beragam keadaan dapat turut belajar berbarengan) menyampaikan, walau ada Ketentuan Menteri No. 70 Tahun 2009 yg mewajibkan ada sekurang-kurangnya satu SD serta SMP inklusi di tiap-tiap kecamatan, tetap harus ini belum rata di semua Indonesia. “Mimpi kita, sekolah yg ada kelak jadi inklusif seluruh, ” harapnya.

Seirama dengan Asep, Mohamad Nelwansyah, Direktur Rumah Autis, juga berikan titik tekan pada saatlah kemudahan akses di area pendidikan ABK. Perumpamaannya, keadaan bangunan yg tetap tidak cocok dengan keperluan ABK, seperti bertangga-tangga, ‘tak ramah’ pada yg berkursi roda. Atau tersedianya media evaluasi yg tidak sama dengan kekhususan yg dimiliki ABK. “Kreativitas guru jadi benar-benar dituntut saat mengajar ABK. ”

PENTING DIKETAHUI

Kesusahan utama perbaikan penanganan ABK yaitu info serta kesusahan mendiagnosa beberapa penderitanya. Supaya optimal, baiknya penanganan dikerjakan dari umur awal. Kekeliruan diagnosa malah mengakibatkan keadaan anak-anak itu alami kemunduran.

Karena itu Wanda mengimbau supaya dua persoalan mutlak untuk ABK lebih di perhatikan. Pertama, Kemenkes mesti serius melatih tenaga beberapa medis serta dokter-dokternya agar bisa lakukan deteksi awal bakal status ABK dari balita. “Dengan perkembangan tehnologi, harusnya dari janin juga telah dapat di ketahui ke ABK-annya. ”

Ke-2, Kemdikbud mesti menanggung 100% pendidikan ABK dalam program inklusi ataupun kelas spesial. Tak ada lagi sekolah yg menampik ABK.

Mutlak dibuka orangtua yg mempunyai ABK yaitu UUD 1945 menanggung tiap-tiap anak mempunyai hak yg sama untuk memperoleh pendidikan serta penghidupan. Dalam UU Sisdiknas, instansi pendidikan yg menampik ABK bisa dikenakan sanksi pidana. Sesaat Kemensos berikan pertolongan untuk ABK yg tidak dapat serta tiap-tiap daerah mempunyai Perda yg mengatur hak kehidupan ABK. Seperti di Jakarta, ada Perda yg mengatur hak-hak disabilitas.

Dengan keterlibatan penduduk yg tidak melihat rendah ABK, serta peran pemerintah yg komprehensif, diinginkan potensi yg pasti ada dalam tiap-tiap ABK bisa dimaksimalkan.

Mengetahui Anak Berkebutuhan Khusus

Penggolongan ABK yg mempermudah diagnosa serta memastikan penanganan spesial.


1. Autistic Disorder (Autisme), sistem syaraf pusat terganggu hingga mengganggu hubungan sosial, komunikasi, serta tingkah laku.

2. Asperger Disorder, umumnya kecerdasan diatas rata-rata. Berkeinginan pada buku serta semua hal yg berbentuk ingatan.

3. Tunagrahita, mempunyai masalah retardasi mental serta inteligensi dibawah rata-rata normal. Sukar menyesuaikan serta berperilaku sama perubahan usianya.

4. Anak Berkesulitan Belajar, tdk bodoh namun sukar jadi pendengar yg baik, memikirkan, bicara, membaca-menulis, mengeja huruf, serta perhitungan yg berbentuk matematika. Cedera otak (cerebal palsy), disfungsi otak, disleksia terhitung dalam kelompok ini.

5. Child with emotional or behavioral disorder, berperilaku menyimpang, seperti tdk bisa menjalin jalinan pribadi akrab, kerap melacak perhatian dengan langkah-cara tidak logis, depresi serta tdk bahagia, prestasi belajar alami penurunan yg bukan hanya dikarenakan factor intelektual, sensori atau kesehatan.

6. Hiperaktif, tdk bisa duduk diam di satu area sepanjang ± 5-10 menit. Rentang konsentrasi sangat pendek, gampang bingung serta pikirannya senantiasa kacau, kerap meremehkan perintah atau arahan.

7. Down Syndrome, umumnya berwajah seperti orang mongol. Benar-benar pendiam, punya masalah dengan koordinasi otot-otot mulut tangan serta kaki. Kekuatan inteligensinya dibawah rata-rata normal mengakibatkan mereka sukar ikuti pekerjaan-tugas perubahan.

8. Tunarungu, alami kekurangan kekuatan mendengar disebabkan tdk berfungsinya indra pendengaran beberapa atau total.

9. Anak Memiliki bakat, mempunyai IQ 140 atau lebih. Unggul dalam masalah solving, kreatifitas, bidang akademik, seni, verbal, olahraga, sosial, kepemimpinan. Kerapkali sulit dipahami, sulit diatur, keras kepala, terlampau eksploratif, juga terkadang telat bicara.